WELCOME | Login or Register SEARCH

Transfusi Darah (1)

Informasi terpenting dalam proses transfusi darah adalah golongan darah pendonor dan penerima (resipien). Adapun golongan darah yang paling umum dipakai adalah golongan darah ABO & Rhesus. Untuk golongan darah ABO terbagi menjadi A, B, AB, & O, sedangkan untuk Rhesus terbagi menjadi Rhesus positif & Rhesus negatif. Sehingga kombinasi yang tercipta adalah A+, A-, B+, B-, AB+, AB-, O+, & O-.

Menyangkut transfusi darah maka selain transfusi antar golongan darah yang sama, sebenarnya ada yang disebut golongan darah donor universal yaitu O- krn tidak memiliki antigen apapun & golongan darah resipien universal yaitu AB+. Tetapi saat ini, dengan ditemukannya lebih banyak lagi komponen darah, tetap harus dicocokkan kemiripan seluruh komponen darah tersebut.

 Jika terjadi inkompatibilitas golongan darah saat transfusi maka dpt mengakibatkan penggumpalan sel darah merah yang kemudian dpt menyumbat pembuluh darah . Selain itu, sel darah merah yang menggumpal dapat pecah & hemoglobin yang terkandung di dalamnya akan ikut keluar & bersifat toksik. Keduanya dpt berakibat fatal bagi pasien.

 

Transfusi darah sekarang bisa berupa komponen saja spt sel darah merah, sel darah putih, faktor pembeku, trombosit, & plasma.

 

Transfusi darah dihubungkan dengan beberapa komplikasi yang secara garis besar terbagi atas komplikasi imunologis & infeksi.

Komplikasi imunologis termasuk:

1. Reaksi hemolitik akut (0,016%) akibat destruksi sel darah merah donor oleh sel darah resipien.

2. Reaksi hemolitik tertunda (0,025%) dengan penyebab & gejala yang sama dengan reaksi akut hanya lebih ringan.

3. Reaksi nonhemolitik disertai demam (7%) diakibatkan a&ya antibodi resipien terhadap sel darah putih donor.

4. Reaksi alergi diakbatkan resipien telah memiliki antibodi terhadap zat-zat kimia tertentu pada darah donor.

5. Purpura pasca transfusi adlh komplikasi yang sangat jarang.

 

Komplikasi infeksi:

» Kontaminasi bakteri

» Infeksi HIV jika  donor dalam window period (donor telah terinfeksi tetapi belum memproduksi antibodi).

» Infeksi hepatitis C

» Infeksi lain spt hepatitis A, sifilis, sitomegalovirus (pada donor yang lemah imunitasnya)

 

Kondisi yang membutuhkan transfusi darah:

Perdarahan hebat,anemia, kekurangan trombosit.