WELCOME | Login or Register SEARCH

Rhesus Memakan Korban Lima Orang di Aceh

 

Rhesus Memakan Korban Lima Orang di Aceh
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Minggu, 09 September 2012 12:24 WIB

Banda Aceh - Kasus Rhesus tidak bisa lagi dianggap enteng ataupun remeh terjadi di Aceh. Butuh penanganan yang lebih cepat untuk mengantisipasi jatuhnya banyak korban dikemudian hari. Ditambah lagi banyaknya masyarakat tidak mengetahui menyangkut dengan Rhesusnya masing-masing. Hal ini akan berakibat fatal terhadap keselamatan jiwanya, khususnya pada wanita saat melahirkan.

Pasalnya, kurun waktu antara Agustus sampai dengan September 2012, di Aceh telah jatuh korban meninggal dunia sebanyak 5 orang akibat dari Rhesus Min (Rh-). Ini juga merupakan angka yang fastastis terjadi di Aceh saat ini. Bila ini terus dibiarkan tanpa ada yang melakukan sosialisasi menyangkut dengan Rh- itu, besar kemungkinan dimasa yang akan datang terus bertambah.

Menurut penjelasan dari dr.Natalina Christanto yang merupakan Fasilitator Kesehatan di IMPACT dan juga Konsultan Penyakit Malaria di Lembaga Mae Fah Luang Foundation, kasus meninggalnya pasen Rh- akibat dari minimnya kesadaran dari masyarakat memerikasa darahnya pada dokter. Akibatnya, saat melahirkan bagi yang memiliki Rh-, bila terjadi pendarahan dan membutuhkan transfusi darah. Maka untuk mencari darah yang cocok atau sesuai dengan Rh- sangat langka. Sehingga pasen kekurangan darah, tentunya bila di dalam tubuh manusia terjadi kekurangan darah, semua organ tubuh akan membeku, fungsi jantung akan terganggu demikian juga dengan ginjal.

Dengan terjadi keterlambatan mendapatkan darah Rh- tersebut. Ini menyebabkan kegagalan fungsi berbagai organ. Sehingga akan memperberat penyakitnya dan sekaligus terjadi kegagalan berbagai organ tubuh manusia.

"Ada seorang Ibu yang meninggal karena pendarahan setelah melahirkan, kalau cepat ditangani dengan segera dilakukan transfusi darah, ini tidak akan terjadi. Namun yang terjadi, darah ibu tersebut Rh-, sangat langka ketersediaannya, maka ibu tersebut meninggal,"ungkap dr.Natalina Christanto pada The Globe Journal.

Oleh karenanya, akan lebih baik bagi yang ingin melangsungkan pernikahan untuk terlebih dahulu mengenal Rh masing-masing. Dengan demikian, jelas Natalina, saat terjadi kehamilan bisa diantisipasi sejak dini. Karena menyangkut Rh- ini bisa diantisipasi agar terhindar dari sesuatu yang berakibat fatal terhadap nyawa wanita yang melahirkan. Karena bila sudah diketahui sejak dini bahwa wanita tersebut Rh-, maka saat hamil nanti perlu waspada dan harus dilakukan pemeriksaan rutin pada dokter kandungan.

Ia mencontohkan bila saat kehamilan pertama dan diketahui bayi memiliki Rh+, maka ibu harus disuntik Imonoglobulin anti RhD. Kemudian, saat bersalin siapkan jauh hari darah Rh- untuk antisipasi kemungkinan terburuk, misalkan terjadi pendarahan setelah melahirkan.

"Kemudian wanita tersebut bisa hamil lagi dikemudian hari dengan resiko-resiko sudah dapat diminimalisir,"ketusnya.

Jadi, kembali Natalina jelaskan, andai saja kita tidak mengenal Rh sejak awal. Maka kemungkinan yang terjadi pada wanita Rh- kemudian adalah resiko keguguran berulang kali atau bahkan bisa terjadi kematian bayi dalam kandungan. Oleh karenanya disarankan untuk disuntik sebagaimana dijelaskan diatas agar terbentuk antibodi anti Rh- untuk mencegah yang terburuk.

Kemudian resiko lainnya, bayi akan lahir kuning, bilirubin bisa jadi sangat tinggi, akibat dari penghancuran anti Rh darah bayi oleh anti bodi anti Rh dari darah ibu. Tentunya cara penanganannya dengan menggantikan semua darah bayi untuk menyelamatkan nyawanya (Exchange Transfusi).

"Bila semua ini tidak diantisipasi sejak dini,nyawa Ibu melahirkan dan juga bayi yang dikandung menjadi taruhan,"kata Natalina.

Oleh karenanya, harapan dari Natalina yang konsen mengkampanyekan dan melakukan sosialisasi menyangkut Rhesus dan penyakit malaria. Untuk memeriksa secara dini ke Laboratorium atau segera datangi Puskesmas terdekat untuk memeriksanya. Apa lagi di Aceh sudah ada Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), tentunya melakukan pemeriksaan tidak dipungut biaya.

Bagi yang ingin menikah jelas Natalina, alangkah baiknya melakukan konseling pranikah apabila pasangannya mempunyai Rh-. Kemudian, dengan demikian dimasa yang akan datang segala sesuatu bisa diminimalisir segala macam resiko terburuk.

Selama ini dari pengalaman Natalina yang hidupnya melalangbuana dalam dunia kesehatan. Ada banyak kisah yang sangat mengharukan terjadi ditengah-tengah masyarakat akibat dari minimnya pengetahuan tentang Rh- tersebut. Kisah yang sangat menyedihkan adalah ketika seorang wanita Rh-, kemudian terpaksa harus rela divonis tidak bisa hamil kembali karena Rhesusnya.

Masih menurut penjelasan dari Natalina, Rhesus merupakan sistem penggolongan darah. Sama seperti misalnya golongan A, B, AB dan O. Sedangkan Rhesus itu ada dua macam, yaitu Positif dan Negatif. Bila ingin mengetahui apakah Rhesus negative atau Positif, maka segera berkonsultasi pada dokter.

 

http://theglobejournal.com/kesehatan/rhesus-memakan-korban-lima-orang-di-aceh/index.php