WELCOME | Login or Register SEARCH

[PROFIL] Belajar dari Semangat Ibu Christina-Yogya

(Keterangan foto : ki-ka : Ibu Christine, Lici memangku Jagad, Dewi memangku Key)

 

Sabtu sore (14 April 2012) di Jogja , jadwal kami (aku, Nat , Ihsan, Dewi, Mira dan suami, Fenny , dan Frans) berkunjung ke rumah Ibu Christina (anggota RNI AB-) . Ketika turun mobil dari kejauhan , melihat sosok perempuan 'botak'. Haizzz, rasanya urung untuk berkunjung. Ragu-ragu rasanya ketika harus masuk ke dalam rumahnya. Suasana hati ku berubah ketika mendengar suara Ibu Christina yang penuh semangat, aku pun terhanyut obrolan dengan Ibu Christina. Ibu Christina divonis kanker payudara stadium 3 setelah 3 bulan usia baby "Jagad" (saat ini Jagad sudah 6 bulan). Tentunya merupakan pukulan yang sangat besar dalam hidup Ibu Christina dan suami , dimana mereka sudah mendambakan anak sekian lamanya, dan kehadiran Jagad adalah lewat proses inseminasi.

Aku tidak melihat nada bicara ataupun raut wajah yang "kasihan" dari wajah Ibu Christina, yang terlihat adalah 'semangat" dalam setiap kata2 yang keluar dari mulutnya dan "senyuman" yang terus menghiasi bibirnya. Aku pun tergoda untuk bertanya apa yang membuat dia begitu semangat dan optimis , tiada kesan sakit (kecuali kepalanya yg Botak). Ibu Christina pun berbagi , ketika melihat Jagad yang baru berusia 6 bulan , Jagad masih membutuhkan kasih sayang Ibunya. Dan rasa tanggung jawab terhadap mahasiswanya yang sempat berkunjung untuk asistensi menjelang ujian (Ibu Christina adalah dosen Psikoloq) . Wah, rasanya tanggung jawab bahwa tugasnya belum lah selesai. Dan Ibu Christina pun merenung bersama suami, sebelum divonis Kanker mereka seakan berpacu dalam rutinitas sampai mengabaikan kondisi tubuh karena merasa selalu baik-baik saja tanpa ada keluhan sakit apapun. "Sekali sakit , langsung yang berat begini" , katanya lirih. Ya, tetap harus dihadapi dan menerima keadaan ini.

Saat ini Ibu Christina sudah menjalani kemo yang ke 5, dan akan segera menjalani kemo ke-6 , kemudian akan dilakukan operasi. Ibu Christina tetap optimis menjalani ini semua dengan segala ketidaknyaman proses kemo tersebut. Dan hebatnya Ibu Christina tidak pernah opname selama Kemo , jadi hanya 3 jam di RS kemudian pulang ke rumah.

Sayangnya pada minggu siang (15 April) pada saat gathering di Kaliruang, saya mendapat sms Beliau tidak dapat bergabung karena demam.

Semoga cepat sembuh ya Bu.. semangat Ibu sangat menginsipirasi . Bravo Ibu Christina ...GBU always.