WELCOME | Login or Register SEARCH

Serba-Serbi Darah (1)

Image and video hosting by TinyPic

Definisi

Darah yaitu jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah dan sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu trombosit, leukosit, dan eritrosit. Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel dan partikel yang menyerupai sel yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena yang mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa karbondioksida serta hasil limbah lainnya.

Bahan Pembentuk Darah

1. Plasma, dibentuk dari

a. Air (91%)

b. Protein (8%), terdiri dari albumin, globulin, dan fibrinogen

c. Mineral (0,9%), anorganik terdiri dari : Na, K, Ca, Mg, Cl, SO4, PO4, Fe, Co, Cu, Zn, 

d. Sisanya berupa bahan organik terdiri dari :

  • Glukosa, laktat, piruvat
  • Lipid : lemak, lesitin, kolesterol
  • NPN : asam amino, urea, asam urat, keratin, kreatinin, garam, ammonia
  • Enzim, vitamin, hormon, pigmen, antigen
  • Gas : oksigen dan karbondioksida

plasma darah yang mempunyai fungsi penting sebagai serum. Serum merupakan plasma darah yang dikeluarkan atau dipisahkan fibrinogennya dengan cara memutar darah dalam sentrifuge. Serum tampak sangat jernih dan mengandung zat antibodi. Antibodi ini berfungsi untuk membinasakan protein asing yang masuk ke dalam tubuh. Protein asing yang masuk ke dalam tubuh disebut antigen. Antigen yang terdapat dalam sel darah dikenal dengan nama aglutinogen, sedangkan antibodi terdapat di dalam plasma darah dinamakan aglutinin. Aglutinogen membuat sel-sel darah peka terhadap aglutinasi (penggumpalan). Di dalam darah terdapat dua jenis aglutinogen, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Berdasarkan ada tidaknya aglutinogen dalam darah dibagi empat macam golongan darah, yaitu darah golongan A, B, AB, dan O. Sistem penggolongan darah ini dinamakan sistem ABO (Karl Landsteiner). 

Image and video hosting by TinyPic

2. Sel darah, terdiri dari 

a. Eritrosit : sel darah merah

  • Air (62 – 72%)
  • Bahan padat : Hemoglobulin (95%),  dan 5% dari protein, lipid (Fosfolipid, kolesterol), vitamin, glukosa, enzim (cholin esterase, phosphatase, carbonic anhidrase, peptidase), mineral (Na, K, Mg, Cl, S, PO4)

Image and video hosting by TinyPic

Berfungsi mengikat oksigen di paru-paru dan mengedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Eritrosit dalam tubuh dapat berkurang karena luka sehingga mengeluarkan banyak darah atau karena penyakit, seperti malaria dan demam berdarah. Keadaan seperti ini dapat mengganggu pembentukan eritrosit.

b. Leukosit : sel darah putih

  • Granuler, terdiri dari : basofil, eosinofil, neutrofil batang, dan neutrofil segmen
  • Agranuler, terdiri dari : limfosit (25% dari sel darah putih dibentuk di kelenjar limfe dan sum-sum tulang belakang), monosit , dan sel plasma

Image and video hosting by TinyPic

Bertugas untuk ”memakan” kuman penyakit dan benda-benda asing lain, seperti bakteri yang ada di dalam tubuh. Oleh sebab itu, leukosit dikenal sebagai fagosit. Selain itu leukosit juga bertugas melemahkan bakteri atau zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh dan kadang-kadang leukosit juga sebagai alat pengangkut lemak.

c. Trombosit : keping darah atau zat pembeku darah atau platelet

Berasal dari sel besar tertentu dalam sumsum tulang yang disebut megakariosit. Platelet lebih kecil dari sel darah. Bila platelet ini pecah, mereka dapat membebaskan zat yang disebut trombokinase atau tromboplastin, yang sangat vital dalam proses pembekuan darah kecil yang disebut pembuluh rambut. Bila terjadi sesuatu hal yang mengakibatkan platelet mungkin rusak atau terlalu sedikit jumlahnya, maka luka yang kecilpun akan mengakibatkan perdarahan yang serius.

Image and video hosting by TinyPic

 

sumber : http://www.scribd.com/doc/50526279/58/Hematopoiesis-merupakan-proses-pembentukan-komponen-sel-darah